Pilih Laman

Di era globalisasi saat ini begitu gencar kebudayaan jahili mengikis habis nilai-nilai robbani dengan dalih kemajuan dan kemodernan sehingga umat Islam banyak tertipu dan terpedaya.

Hal ini dapat kita lihat dari kenyataan hidup sehari-jari begitu banyaknya kejahiliyahan disekeliling kita baik dalam kehidupan rumah tangga, bermasyarakat atau skup yang luas lagi.

Sunnah-sunnah Rosullullah sudah banyak yang jarang dilaksanakan oleh kaum muslimin atau kalaupun dilaksanakan tidak sedikit yang kurang / tidak sesuai dengan tuntunan Rosulullah. Dalam hal ini salah satunya adalah Sunnah Aqiqah.

Kenapa kita harus melaksanakan aqiqah ?

aqiqah adalah satu ajaran Islam yang dicontohkan Rosulullah yang mengandung hikmah dan manfaat positif yang bisa kita petik didalamnya oleh karena itu kita sebagai ummat Islam sudah selayaknya untuk melaksanakan setiap ajaran-ajaran tanpa terkecuali termasuk Aqiqah ini.

Apa pentingnya Aqiqah?

Apabila kita memiliki barang yang berharga dan bisa mendatangkan manfaat serta bangga memilikinya namun barang tersebut dalam keadaan tergadai, bagaimana sikap kita terhadap barang tersebut? tentunya kita akan berusaha semaksimal mungkin untuk menebusnya. Begitu juga Aqiqah, karena ia adalah upaya menebus anak kita yang masih tergadai.

Rasulullah bersabda:
“Setiap bayi lahir tergadai oleh Aqiqah nya, Disembelihkan untuknya pada hari ketujuh (Sunan Abi Daud Shahih Sunah Ibnu Majah, Sunan Abi Daud, Sunan At-Tirmidzi, Sunan An-Nasai dari Samurah).”

Disamping itu aqiqah merupakan realisasi rasa syukur kita atas anugerah sekaligus amanah yang diberikan Allah Ta’ala kepada kita dan mengingat sunnah ini mulai jarang dilaksanakan oleh kaum Muslimin maka menghidupkannya sangat terpuji dan Insya-Allah mendapat balasan yang sangat besar.

Dan juga banyak manfaat yang lainnya misalnya untuk mempererat silaturahmi serta ikatan sosial dengan para tetangga, kerabat, fakir, miskin, dll. Oleh karena itu marilah kita menghidupkannya kembali sunnah ini.

Bagaimana Caranya?

Supaya ibadah kita diterima Allah Ta’ala sebagai amal sholeh maka ibadah kita harus ikhlas karena Allah serta sesuai dengan tuntunan Rosululla dalam waktu dan cara pelaksanaannya oleh karena itu penting bagi kita untuk memahami kembali makna Aqiqah yang sebenarnya agar tidak salah dalam melaksanakannya.

Makna Aqiqah

Menurut bahasa Aqiqah berarti memutus/memotong, sedangkan menurut istilah Syar’i, Aqiqah adalah menyembelih kambing untuk anak yang baru dilahirkan pada hari yang ke 7 (tujuh) dari kelahirannya.

Hukumnya

Para Fuqoha berbeda pendapat dalah hal ini, ada yang berpendapat wajib, Sunnah Mu’akkadh dan ada yang menolak Aqiqah ini disyariatkan. Namun jumhur ulama berpendapat sunnah mu’akkadah diantaranya : Imam Malik, Imam Syafi’i, Imam Ahmad, Imam Bukhori, dll. dan inilah pendapat yang terkuat.

Aqiqah untuk anak laki-laki dan perempuan

Yang Afdhol anak lak-laki di sembelihkan 2 (dua) ekor sedangkan anak perempuan 1 (satu) ekor, namun ada yang memperbolehkan untuk anak laki-laki satu eko, terutama apabla dalam kesempitan.

Waktu pelaksanaan Aqiqah

Dianjurkan melaksanakan aqiqah pada hari ke 7 (tujuh) dari kelahirannya,  adapun kalau belum bisa, boleh hari ke 14 (empat belas), 21 (dua puluh satu) atau kapan saja ia mampu.

Disunnahkan memotong sendiri

Orang yang mengaqiqahkan anaknya dan ia pandai memotong kambing, disunnahkan untuk menyembelih sendiri sambil membaca

…….. لسم الله اكبر, اللهم منك ولك هذه العقيق

“Dengan nama Allah dan Allah Maha Besar, Ya Allah dari-Mu dan untuk-Mu ini adalah Aqiqahnya …….. bin ……..”

Pembagian Daging Aqiqah

Pembagian daging Aqiqah dibagikan sebagian kepada fakir miskin sebagai sedekah, dibagikan kepada kaum kerabat, tetangga, yang membantu persalinan atau suku bangsa tertentu sebagai hadiah dan juga boleh sebagian untuk dimakan sendiri.

Memberi Nama

Disunnahkan memberi nama anak yang baru dilahirkan dengan nama-nama yang baik ini tentunya sesuai dengan harapan kita agar anak tersebut kelak menjadi anak yang baik karena dalam nama itu terkandung do’a dan harapan kita.

Nama yang paling disukai Allah adalah Abdullah, Abdur Rahman, dll. Juga dibolehkan memakai Nama para Nabi, para Rosul serta nama-nama orang sholeh dan hendaknya kita tidak memberi nama-nama buruk.

Mencukur rambut

Disunnahkan mencukur rambut bayi yang baru dilahirkan sampai habis (botak) kemudian rambutnya ditimbang dengan perak lalu disedekahkan senilai perak tadi kepada fakir miskin.

Banyak hikmah yang terkandung didalamnya. Pertama menghilangkan penyakit karena rambut bawaan bayi mengandung kotoran, kedua menguatkan syaraf-syaraf kepala sang bayi. Ketiga mempererat ikatan dengan fakir miskin dengan mensedekahkan kepadanya serta hikmah lainnya.

Hukum umum yang berkenaan dengan kambing Aqiqah

para ulama berbeda pendapat dalam menentukan persyaratan kambing aqiqah terutama dalam hal usia kambing. Ada yang berpendapat harus 2 tahun, ada juga yang berpendapat 1 tahun (domba).

Kambingnya sehat, tidak cacat yaitu tidak but, tidak hilang sebagian besar tanduk atau kupingnya, tidak ompong semua gigi depannya, dll. tetapi ada juga sebagian ulama yang membolehkan dengan kampung apa saja mengingat tidak ada dalil khusus mengenai persyaratan kambing aqiqah, adapun persyaratan tadi diatas merupakan kias dari persyaratan kambing qurban. Namun tetap yang paling afdhol tentunya yang memenuhi syarat-syarat diatas.

Menurut para ulama diperbolehkan beraqiqah dengan kambing perempuan, karena dalam persyaratan kambing aqiqah tidak ditentukan satupun keterangan yang melarangnya, tetapi yang lebih afdhol adalah dengan kambing laki-laki.

Manfaat Aqiqah :

  1. Taqqarub kepada Allah Ta’ala
  2. Menghidupkan Sunnah Nabi Shalallahu’alaihi Wassalam
  3. Sebagai syiar Islam tentang kelahiran anak
  4. Sebagai tanda syukur kepada Rabbul’alamin atas nikmatnya yang sangat besar ketika Dia memberikan si Buah Hati
  5. Membebaskan anak dari gadaian-Nya dengna cara Aqiqah
  6. Memberi makan keluarga, tetangga, teman dan fakir miskin dengan sembelihan Aqiqah
  7. Menunjukkan tanggung jawab seorang bapak terhadap anaknya.

Demikianlah yang dapat kami tulis tentang Aqiqah ini, mudah-mudahan aqiqah yang kita laksanakan diterima oleh Allah Ta’ala. Dan kita berharap anak-anak yang diaqiqahkan menjadi anak sholeh dan sholehah yang berguna bagi Nusa, Bangsa dan Agamanya dan juga bisa memberikan syafaat serta senantiasa mendo’akan kita kelak. Aamiin.

Doa untuk anak

اعيذك بكلمات الله التامة من كل شيطان وهامة ومن كل عين لأمة

Artinya :

“Aku Pelindungkan Engkau (wahai bayi) dengan kalimat Allah yang sempurna dari setiap godaan syaitan yang jahat dan pandangan yang penuh kebencian.”

Hubungi Kami